GTK - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dengan paket kebijakan Merdeka Belajar memastikan kesempatan yang adil bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mendapatkan serta menjadi pemimpin pembelajaran melalui ekosistem belajar yang berdaya dan saling menguatkan.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani dalam Webinar Sosialisasi Beasiswa Non-Gelar MicroCredential | Kiat Sukses Meraih Beasiswa MicroCredential, Kamis (6/4/2023).
Ia mengungkapkan untuk memastikan hal tersebut, Ditjen GTK melakukan beberapa upaya yang dapat dicapai untuk meningkatkan kompetensi dari para guru dan tenaga kependidikan.
“Upaya memastikan hal tersebut dilakukan melalui 3 (tiga) pesan, yang pertama yaitu tentu membuat profesi guru menjadi lebih bermartabat, terhormat, dan membanggakan. Kemudian juga menjadikan guru sebagai pemimpin pembelajaran sebagai agen transformasi pendidikan. Dan terakhir adalah mendorong gotong royong untuk menciptakan ekosistem belajar guru dan tenaga kependidikan yang berdaya dan saling menguatkan,” ungkap Nunuk Suryani.
“Semua akan dapat dicapai jika kita bersama-sama mempunyai upaya meningkatkan kompetensi dari para guru dan tenaga kependidikan itu sendiri,” tambahnya.
Peningkatan kompetensi ini wajib dilakukan mengingat seorang guru tidak hanya sebagai seorang pengajar tetapi juga seorang pembelajar sepanjang hayat agar memberikan yang terbaik bagi peserta didik.
“Upaya ini wajib dilakukan tidak hanya karena seorang guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada muridnya tetapi juga seorang pembelajar sepanjang hayat yang harus terus menerus belajar agar selalu memberikan yang terbaik bagi murid,” ucap Nunuk Suryani.
Dirjen Nunuk Suryani mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan canggih tentu harus diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) khususnya para guru dan tenaga kependidikan.
Untuk meningkatkan kompetensi profesi guru dan tenaga kependidikan, Nunuk Suryani mengungkapkan bahwa Program Beasiswa Non-Gelar MicroCredential dapat menjadi jalan yang dapat ditempuh.
"Program ini adalah salah satu jalan yang bisa ditempuh oleh guru, kepala sekolah, pengawas sekolah dan dosen PPG di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kompetensi profesi masing-masing. Ini kesempatan emas untuk insan-insan pendidikan untuk dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan kampus-kampus yang akan menjadi tempat belajar pun merupakan institusi pendidikan di luar negeri yang tidak diragukan lagi kualitasnya,” ungkap Nunuk.
Nunuk Suryani menjelaskan bahwa program ini memberikan materi-materi dengan standar internasional yang akan memberikan pengalaman belajar mengajar yang luar biasa untuk dapat dikembangkan dalam pelaksanaan pembelajaran di instansi masing-masing.
Besar harapan bahwa program ini tentunya tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab serta memperkokoh dedikasi para guru dan tenaga kependidikan untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
“Kami berharap program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan saja tetapi juga memperkuat rasa tanggung jawab dan memperkokoh rasa dedikasi para gtk untuk memajukan pendidikan di Indonesia sesuai dengan cita-cita Merdeka Belajar,” harap Nunuk Suryani.
Oleh sebab itu, kami mengajak para gtk untuk mengikuti program ini dan menunjukkan komitmen yang besar dalam menjalankan program ini sampai selesai. Kami berharap agar para guru dan tenaga kependidikan yang mengikuti program beasiswa ini dapat melakukan tindak lanjut menerapkan dan mendiseminasikan pengalaman serta ilmu yang didapat kemudian menghasilkan karya demi menciptakan perubahan sesuai dengan cita-cita Merdeka Belajar,” tambahnya.
Kerja sama yang berjalan dengan baik antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan, dan Kemendikbudristek serta Perguruan Tinggi baik di dalam maupun luar negeri ini tentunya diperlukan sinergi yang baik serta berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjadi antara LPDP, Kemenkeu, Kemendikbudristek serta Perguruan-perguruan Tinggi. Upaya kita bersama untuk meningkatkan kompeten gtk tidak lain hanya untuk memberikan layanan berkualitas yang berujung pada murid kita, semoga upaya ini dapat mendorong peserta didik untuk berpikir mandiri dan kritis,” tutup Nunuk Suryani.